Monday, April 22, 2013

Remaja Korea, Banyak Yang Depresi!


Karena sengitnya persaingan untuk menjadi yang terbaik di sekolah, para remaja Korea Selatan makin banyak yang depresi...
Siswa sedang berpikir/ Foto: AFPSiswa sedang berpikir/ Foto: AFPJumlah remaja Korea Selatan yang menderita depresi dan gangguan tidur karena stres, di mana kebanyakan dari mereka tidak mendapatkan perawatan yang semestinya, baru-baru ini datanya terungkap.
Menurut data yang dikumpulkan olehNational Health Insurance Corporation (NHIC), sekitar 23.806 remaja dengan rentang usia 10 hingga 19 tahun di seluruh Korea Selatan sudah menjalani perawatan tahun 2010, naik 15,3 persen dari 20.633 di tahun 2006. Selama jangka waktu 5 tahun, kenaikan jumlah remaja dalam kelompok usia tersebut adalah 1,1 persen.
Jumlah remaja yang berobat ke rumah sakit karena masalah kurang tidur dan narcolepsy tercatat 3.232 tahun lalu, meningkat 56,4 persen dari tahun 2006. Jun Tae-Youn, psikiater dari Rumah Sakit St. Mary, Seoul menyatakan, "Masalah tidur adalah salah satu indikator dari adanya depresi. Makin bertambahnya anak-anak yang mempunyai gangguan tidur, berarti akan makin banyak jumlah pasien depresi yang berusia muda ke depannya."
Keadaan stres yang dihadapi para remaja ini, seperti ketatnya persaingan di sekolah khususnya, benar-benar merasa rasakan, demikian para ahli menerangkan. Jun menambahkan, "Siswa-siswa sekarang sangat dituntut menjadi yang terbaik di berbagai bidang agar bisa diterima di universitas yang prestisius, yang pada kenyataannya sudah merongrong siswa-siswa pra sekolah sekalipun."
Nyatanya dari survei yang dilakukan oleh Statistics Korea milik pemerintah di bulan Mei yang lalu, ditemukan 70 persen dari 3.089 responden dengan rentang usia dari 15 hingga 19 tahun berkata bahwa mereka mengalami stres, naik 13,1 persen dari 2 tahun sebelumnya.Siswa sedang belajar bersama/ Foto: AFPSiswa sedang belajar bersama/ Foto: AFP
Lebih dari setengah yang disurvei mengatakan bahwa belajar dan kehidupan di sekolah paling mengganggu mereka, juga khawatir mengenai penampilan mereka, pekerjaan di kemudian hari dan lingkungan keluarga.
Tapi sebenarnya banyak sekali remaja yang tidak pernah dirawat, sehingga mengancam mental dan fisik mereka sendiri juga membahayakan bagi masyarakat secara keseluruhan, demikian menurut Rumah Sakit Jiwa Anak-anak dan Remaja di Seoul.
Di Seoul saja, 4,6 persen dari siswa-siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum disarankan untuk mendapatkan perawatan karena depresi yang serius tahun lalu. "Tapi kami sudah pelajari data dari NHIC bahwa kurang dari 0,5 persen saja dari mereka yang sudah menerima perawatan," ujar pejabat dari Rumah Sakit Jiwa tersebut.
Gangguan seperti ini cenderung mudah menimpa para remaja, tapi perawatan yang benar akan bisa menyembuhkan mereka secara total. Jadi kuncinya adalah pemeriksaan dini dan langsung menjalani perawatan, juga penting adanya hal-hal yang sifatnya antisipatif seperti berkonsultasi ke psikiater.

No comments:

Post a Comment